Tak ada keteladanan pemimpin yang bisa dipetik dari politik bagi-bagi kekuasaan semacam itu.

Post Images

Artikel "Menjaga Demokrasi dengan Kekuatan Oposisi" karya Fachrurozi Majid membahas pentingnya oposisi yang kuat dalam menjaga keseimbangan kekuasaan di negara demokratis seperti Indonesia. Fachrurozi menyoroti bahwa tanpa oposisi yang efektif, pemerintah berpotensi menjalankan kekuasaan secara otoriter karena minimnya pengawasan terhadap kebijakan yang diambil.

Dalam konteks politik saat ini, Fachrurozi mencatat bahwa kekuatan oposisi di Indonesia semakin lemah karena banyak partai yang memilih bergabung dengan koalisi pemerintahan. Hal ini berpotensi merusak kualitas demokrasi, karena kurangnya kontrol atas kebijakan pemerintah yang berkuasa. Fachrurozi menekankan bahwa peran oposisi adalah untuk memberikan kritik dan kontrol yang konstruktif, sehingga demokrasi tetap sehat dan tidak terdistorsi oleh kekuasaan yang berlebihan.

Kabinet Prabowo-Gibran juga diharapkan dapat membawa Indonesia menuju visi jangka panjang, yaitu Indonesia Emas 2045, yang mengutamakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Agar hal tersebut terwujud, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi esensial untuk menciptakan fondasi yang kokoh bagi kesejahteraan rakyat​.

Dewi Zhang
Pembaca Berita Suara Nusantara

"Artikel opini ini sangat membuka wawasan! Penulis berhasil menyajikan sudut pandang yang berbeda dengan argumen yang kuat dan data pendukung yang relevan. Terima kasih sudah menyajikan perspektif yang segar dan mendalam."

Kolom Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang wajib diisi ditandai dengan *