Zonasi Pendidikan untuk Tata Ruang Baru
- byAKH MUZAKKI
- 29 Okt, 2024
- 05 Komentar
- 6 Menit Dibaca
Hadirnya Abdul Mu’ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah diiringi, salah satunya, rencana peninjauan ulang kebijakan zonasi pendidikan. Dengan empat jalur yang disediakan selama ini, yaitu zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orangtua, dan prestasi, kebijakan zonasi awalnya tak jauh-jauh dari urusan model penerimaan peserta didik baru di sekolah. Namun, dampak dan tautannya sejatinya bisa merasuk ke cakupan yang lebih luas dari kebijakan pembangunan.
Mengapa isu tata ruang kota begitu krusial bagi kebijakan zonasi pendidikan?
Mengapa penting bagi pemerintah merencanakan pembangunan sekolah secara serentak di daerah yang masih minim lembaga pendidikannya dan atau yang daya tampungnya masih jauh lebih kecil dari jumlah calon siswa?
Bagaimana mengatasi masalah area "blank spot" layanan pendidikan?
Danantara diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi.
Iwan Soemekto
Tagar:
Posting Komentar
Trending Topik
Artikel Opini Lainnya
Berlangganan
Rasakan pengalaman membaca yang berbeda dengan Suara Nusantara!








05 Komentar
Alebary keon
27 Aug, 2024Topik-topik yang dibahas sangat bervariasi, dari berita nasional hingga internasional. Ini membantu saya tetap update dengan perkembangan terbaru.
Lukas Javeb
28 Aug, 2024Desain website Suara Nusantara menarik dan user-friendly. Tampilan yang sederhana namun modern membuat saya nyaman dalam membaca berita.